Mengapa Kopi Adalah Komoditas Global
Mengapa kopi menjadi komoditas global membutuhkan pelajaran sejarah tentang kopi. Biji kopi awalnya ditemukan di pegunungan Yaman dan dataran tinggi barat daya Ethiopia pada abad ketiga
belas. Itu di barat daya di mana ia telah dibudidayakan selama lebih dari seribu tahun. Di sana juga menjadi minuman para pria saat mereka bersosialisasi di kedai kopi. Ini juga menjadi minuman yang dilarang oleh ulama Muslim untuk jangka waktu tertentu karena efek kafein pada pria.
Beberapa pria di kedai kopi ini menjadi pedagang biji kopi dan tanaman, komoditas yang dibarter atau dijual kepada pedagang dari Kenya dan Sudan pada awalnya. Tanaman kacang ini selanjutnya dibesarkan di Turki dan Mesir. Di sinilah tanaman mulai ditanam di perkebunan di mana para pekerja mengolah tanah dan memangkas pohon agar tidak terlalu tahan. Terlalu banyak buah beri di semak menyebabkan kerusakan seluruh tanaman. Dari tempat inilah penanaman biji kopi mulai menyebar ke seluruh dunia. India adalah negara berikutnya yang menambahkan perkebunan kopi.
Dari daerah ini kopi menyebar ke Italia dan lebih jauh ke utara ke seluruh Eropa di mana, pada abad ke-16, Belanda dan Portugis mulai menanam tanaman kopi di rumah kaca besar di Belanda. Belanda mampu menumbuhkan jumlah yang lebih besar untuk distribusi beberapa tahun kemudian. Belanda Jual Kopi Sumatra pergi ke Amerika Tengah, sekitar Tanjung Tanduk melalui Drake Passage ke Indonesia dan ke pulau-pulau terdekat lainnya di Pasifik. Indonesia sedang menanam kopinya, yaitu kopi biji Robusta. Inggris membawa tanaman ke Amerika dan berbagai tempat di Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia.
Ketika penjualan biji kopi dan tanaman menyebar ke utara, Raja Portugal mengirim Francisco de Mello Palheta untuk mendapatkan varietas biji yang lebih kecil yang disebut Bourbon di Guinea Prancis. Karena kesulitan mendapatkan kacang, dia bertanya kepada istri Gubernur Prancis apakah dia mendapatkan sebagian darinya. Pada 1727, dia mengiriminya benih dan tunas, yang dia selundupkan ke Brasil. Ini memulai industri kopi Brasil. Pada tahun 1893, ini menjadi varietas Santos biji Arabika di Brasil. Saat ini, Brasil adalah pengekspor biji kopi terbesar dari Amerika Selatan. Kosta Rika, Kolombia dan banyak negara lain di wilayah ini juga menanam biji kopi yang ditransplantasikan ini di tanah yang dibudidayakan.
Saat ini, sebagian besar biji kopi Arabika berasal dari seluruh dunia termasuk Kolombia, Hawaii, Kenya, Ethiopia, Filipina, Indonesia, Brasil, Uganda dan Meksiko serta negara-negara Amerika Selatan dan Tengah. Namun banyak yang mengklaim, bahwa biji kopi terbaik berasal dari India. Baik biji kopi Arabika maupun Robusta telah dibudidayakan menjadi varietas tertentu, dicampur dan atau diberi rasa. Semua ini menciptakan lebih banyak pilihan bagi peminum kopi di seluruh dunia.
Comments
Post a Comment