Diplomasi ekonomi Indonesia terus diperkuat

JAKARTA. Sepanjang 2017 Departemen Luar Negara mencatat sudah melaksanakan 27 kali negosiasi di bidang ekonomi dalam bermacam wujud. Dan menandatangani 78 perjanjian

internasional di bidang ekonomi, yang meliputi perdagangan, investasi, serta keuangan, kerja sama metode serta penghindaran pajak berganda.

Retno Marsudi dikala mengantarkan statment pers di Departemen Luar Negara, Selasa( 9/ 1) mengantarkan pengembangan ikatan dengan Afrika, Asia Tengah, serta Afrika Selatan, serta Amerika Latin.

Sebagian negosiasi ekonomi yang sudah dituntaskan pada 2017 antara lain ASEAN- Hong Kong FTA, serta Indonesia- Chile CEPA,

" Jika negosiasi sesungguhnya tidak dapat ditargetkan, sebab perlu konvensi 2 belih pihak. Yang dapat kita jalani merupakan mengintensifkannya," kata Retno kepada Kontan. co. id seusai kegiatan.

Dia berikan contoh sebagian negosiasi yang hendak diintemsifkan pada 2018. Misalnya, Indonesia- Australia CEPA Diplomasi ekonomi yang sudah merambah sesi akhir negosiasi. Terdapat pula Indonesia- Uni Eropa CEPA sudah menuntaskan putaran ketiga.

" Negosiasi dengan Turki serta Peru pula sudah kami mulai, setelah itu kita pula lagi penjajakan kerja sama dengan Eurasian Economic Union," lanjut Retno.

Dari hasil negosiasi, Retno menarangkan akibatnya transaksi ekonomi Indonesia dengan sebagian negeri bertambah pesat.

Nilai perdagangan Indonesia serta sebagian negara- negara kawasan Afrika, Asia Selatan serta Tengah misalnya bertambah lebih dari 100%.

Di Eropa rata- rata nilai perdagangan dengan Indonesia bertambah di atas 50%. Sedangkan investasi dari negeri Eropa dikatakan Retno apalagi terdapat yang bertambah sampai 500%.

" Investasi dari negara- negara Eropa tercatat bertambah tajam menggapai 100%, di Swiss serta Jerman. Apalagi di Swedia serta Denmark bertambah sampai 500%," sambung Retno.

Dari segala capaian tersebut Retno mencontohkan sebagian transaksi strategis bisa dicoba oleh Indonesia dengan sebagian negeri.

Misalnya sepanjang 2017, 250 kereta api PT INKA dibeli Bangladesh, setelah itu adapula Radioisotop PT Inuki serta sebagian pesawat PT DI yang dibeli Meksiko.

Comments

Popular posts from this blog

Pajak atas Transaksi Digital Payment (OVO, DANA, dll.)

Integrasi Konsultan Pajak dalam Sistem Keuangan Korporasi Modern